Kerjasama Kemenperin – UWIN – PT Petrokimia Gresik: BBSPJIKKP Ambil Peran dalam Penerapan Teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU)

06 Feb 2026
Qouli Rahmatul Hidayati
Kerjasama Kemenperin – UWIN – PT Petrokimia Gresik: BBSPJIKKP Ambil Peran dalam Penerapan Teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU)

Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kulit, Karet, dan Plastik (BBSPJIKKP) turut mengambil peran dalam mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan melalui pemanfaatan Carbon Capture and Utilization (CCU). Keterlibatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, UWIN Resource Regeneration Inc., dan PT Petrokimia Gresik yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Kamis, 5 Februari 2026 di Jakarta.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mendukung transformasi industri menuju ekonomi rendah karbon, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca. Teknologi CCU yang diusung oleh UWIN Resource Regeneration Inc. melalui mesin AirWin IV menawarkan solusi inovatif dalam menangkap emisi karbon dioksida (COâ‚‚) dari gas buang industri, kemudian mengolahnya menjadi produk turunan yang bernilai tambah tinggi.

Mesin AirWin IV mampu mengonversi COâ‚‚ menjadi soda ash dan baking soda, dua bahan kimia yang memiliki nilai komersial tinggi dan banyak digunakan dalam berbagai sektor industri. Inovasi ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kembali limbah gas menjadi produk yang bermanfaat secara ekonomi.

Dalam kerja sama strategis ini, BBSPJIKKP tergabung dalam Kelompok Kerja Pemantauan yang memiliki peran penting dalam memastikan implementasi teknologi berjalan optimal. Tugas utama BBSPJIKKP meliputi monitoring pemasangan alat serta melakukan perhitungan efisiensi penyerapan COâ‚‚ oleh mesin AirWin IV. Peran ini menjadi krusial untuk menjamin bahwa teknologi yang diterapkan dapat memberikan hasil yang terukur dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Sebagai unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Perindustrian, BBSPJIKKP memiliki kompetensi dalam bidang standardisasi, pengujian, serta validasi dan verifikasi gas rumah kaca. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan proyek percontohan ini, khususnya dalam memastikan keakuratan data dan kinerja teknologi CCU yang diimplementasikan.

Proyek ini dirancang sebagai pilot project yang diharapkan dapat menjadi benchmark atau acuan bagi sektor industri lainnya dalam mengadopsi teknologi rendah karbon. Dengan adanya contoh nyata implementasi CCU di industri, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang terdorong untuk berinvestasi dalam teknologi serupa guna meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Selain itu, pemanfaatan COâ‚‚ menjadi produk seperti soda ash dan baking soda juga berpotensi mendukung kemandirian industri kimia dalam negeri. Selama ini, kebutuhan bahan baku tersebut sebagian masih dipenuhi melalui impor. Dengan adanya teknologi ini, Indonesia memiliki peluang untuk memproduksi sendiri bahan kimia tersebut secara lebih berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional dalam proyek ini mencerminkan sinergi yang kuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. BBSPJIKKP, melalui perannya dalam Kelompok Kerja Pemantauan, menunjukkan komitmennya dalam mendukung inovasi teknologi industri yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

Bagikan Artikel Ini

Berita Terkait

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BBSPJIKKP Bagikan Souvenir untuk Pelanggan Terpilih

05 Sep 2026

Baca Selengkapnya

Tingkatkan Kompetensi SDM, BBSPJIKKP Gelar Pelatihan Petugas Pengambil Contoh Sepatu Pengaman

29 Aug 2026

Baca Selengkapnya

Gandeng Aprisindo Jatim, BBSPJIKKP Dorong Daya Saing Industri Alas Kaki Lewat Sertifikasi Halal dan TKDN

23 Jul 2026

Baca Selengkapnya

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Hubungi kami untuk informasi lebih detail tentang layanan kami.

Hubungi Kami